Menggunakan Sistem Operasi Dasar Komputer
Sistem
operasi mengatur dan mengontrol hardware yang ada seperti disk drive,
harddisk, CD/DVD ROM atau DVD / DVD-RW, keyboard, monitor, mouse,
scanner, printer dan lainnya
BIOS
(Basic Input Output System) adalah himpunan program yang bekerja erat
dengan hardware untuk mendukung transfer informasi di antara unsur-unsur
sistem komputer seperti memori, disk, monitor, printer dan banyak lagi.
Persamaan dan perbedaan antara Sistem Operasi dengan BIOS (Basic Input Output System)
|
Sistem Operasi
|
BIOS
|
1
2
3
4
5
|
Tampilan utama dalam menjalankan program aplikasi
Disimpan di harddisk
Bisa dihapus
Bisa dikembangkan
Berperan dalam pengaturan hardware
|
T`mpilan saat komputer booting
Disimpan di ROM
Secara umum tidak bisa dihapus
Bisa dikembangkan
Berperan dalam pengaturan hardware
|
3.1 OPERASI DASAR KOMPUTER DAN MENGGUNAKAN SISTEM OPERASI
Tidak
dapat dipungkiri bahwa Sistem Operasi sangat mempengaruhi kita dalam
menggunakan komputer karena sistem operasi merupakan software yang
memungkinkan kita dapat menggunakan semua program aplikasi.
a. Kelebihan sistem operasi windows
· Tampilan Windows dalam modus grafik (gambar)
· Windows mendukung pemakaian memori yang besar
· Dapat menjalankan lebih dari satu program / aplikasi pada saat yang sama
· Antara satu aplikasi dengan aplikasi lain dapat saling berhubungan (transfer data).
b. Cara mengaktifkan komputer
1. Pastikan semua kabel sudah terhubung dengan benar pada perangkat komputer dan sumber tenaga listrik
2. Hidupkan perangkat Power Stabilizer atau UPS
3. Hidupkan Power pada CPU
4. Hidupkan Power pada monitor
5. Tunggu sampai komputer siap (muncul tampilan dekstop windows)
6. Komputer siap untuk digunakan
c. Bagian-bagian tampilan utama/desktop windows
1. Icon (gambar kecil) yaitu simbol yang mewakili file, folder dan objek lain.
Terdiri atas 2 yaitu :
- Shortcut, jalan pintas untuk berhubungan dengan file, folder atau program.
- Folder,
ruang pada media penyimpanan tetap(harddisk, disket/flashdisk, CD,
Flash disk, dll) yang digunakan untuk menempatkan file, shortcut atau
folder lainnya,
Icon standart pada desktop :
Ø My Computer, shortcut yang digunakan untuk manajemen komputer, tidak bisa dihapus tapi bisa diganti nama.
Ø Recycle Bin, shortcut tempat menampung file, folder ataupun shortcut yang sudah dihapus
Ø My Document, folder/ruang penyimpanani file, folder ataupun shortcut.
2. Walpaper / Background
3. Taskbar, untuk menampilkan nama program yang aktif dan juga digunakan untuk berpindah antar program
Melakukan Setting Periferal
A. Melakukan Setting Printer
Microsoft Windows mepunyai
fasilitas pulg and play, yaitu fasilitas yang dapat langsung mengenali
perangkat keras yang baru dipasang sekaligus menyediakan driver yang
mendukung.
Untuk meng-install printe baru , dengan langkah - langkah:
1. Klik menu Start > Control Panel > Printers and Faxes
2. Double click pada Printers and Faxes untuk membuka jendela Printers and Faxes
3. Pilih menu File pada baris menu kemudian klik perintah Add Printer
4. Pilih Add Printer pada menu Control Panel jika sudah diatur
5. Akan tampil, kotak dialog Add Printer Wizard > Next untuk proses instalasi
6. Tentukan lokasi printer. Apabila printer terhubung langsung dengan
komputer pilih Local printer attached to this computer. Jika tidak pilih
pilihan kedua > Next
7. Pilih port yang akan digunakan > Next
8. Pilih jenis driver dari printer yang akan digunakan. Jika tidak
terdapat didaftar, tekan tombol Have Disk untuk meng-install melalui
disket atau CD > Next
9. Komputer akan menampilkan kotak dialog berisi nama printer. Isi nama printer pada kotak kosong yang tersedia > Next
10. Tentukan apakah printer akan digunakan dengan cara berbagi dengan pengguna lain atau tidak > next
11. Akan tampil spesifikasi printer yang akan di - install > Finish
12. Proses penyalinan dan pemngambilan driver dari printer akan berjalan, di mana kamu dapat melihat prosesnya
13. Jika proses instalasi printer sudah selesai akan ditampilkan sebuah
ikon baru pada jendela Printers and Faxes yang menunjukkan printer
telah ter-install.
Cara lain dapat dilakukan, melalui langkah - langkah berikut.
1. Buka Control Panel > Printers and Faxes yang akan menampilkan ikon - ikon printer yang terdapat pada komputer.
2. Klik kanan ikon printer yang akan diubah settingnya
3. Komputer akan menampilkan menu dengan beberapa perintah
- Set as Default Printer, apabila akan membuat printer sebagai printer utama
- Printer Preferences, untuk menampilkan jendelea setting printer, seperti pengaturan ukuran kertas
- Pause Printing, untuk menghentikan aktivitas printer
- Properties, untuk menampilkan jendela Properties dari printer.
Mengatur port, sharing, warna, pengujian printer dan sebagainya.
B. Melakukan Setting Display
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengatur tampilan layar/desktop pada computer/laptop kita :
1. klik kanan pada mouse
2. lalu tekan menu Properties.
3. kemudian akan muncul beberapa tampilan menu pada Display Properties
yaitu themes , desktop ,screen saver , appearance , dan settings .
* Themes
Themes
adalah gambar latar belakang pada layar computer . yang di dalam nya
itu meliputi ikon,sound,tampilan ,screensaver,lain-lainnya lagi. Kita
dapat memili tampilan layar sesuai dengan keinginan kita.
Untuk meng`tur themes pada laptop/komputer anda .
1. Pilih menu themes , lalu pilih themes yang anda inginkan .
misalnya seperti gambar pada contoh di bawah ini :
2.
Setelah selesai mengatur themes yang anda inginkan . klik apply untuk
melihat sementara tampilan themes yang sudah anda atur sebelumnya.
* Desktop
Desktop adalah gambar latar belakang pada computer kita. Kita dapat mengganti nya sesuai dengan keinginan kita.
Kemudian untuk mengatur background pada laptop/computer anda .
1. Pilih menu desktop yang tedapat pada tampilan display Properties . lalu pilih salah satu background yang anda inginkan .
Misanlya seperti pada contoh gambar di bawah ini :
2.
Setelah selesai mengatur desktop/background yang ada inginkan . klik
apply untuk melihat tampilan sementara desktop/background yang anda
sudah atur sebelumnya.
* Screen saver
Screen saver adalah
salah satu fasilitas pada saat layar monitor kita sedang kosong dengan
berisi gambar yang bergerak dalam jangka waktu .
kemudian untuk mengatur screen saver pada laptop/computer anda.
1.
Pilih menu screen saver yang terdapat pada tampilan Display Properties .
lalu pilih salah satu screen saver yang anda inginkan .
Misalnya seperti pada contoh gambar di bawah ini :
2.setelah
selesai mengatur sreen saver yang anda inginkan . klik apply untuk
melihat tampilan sementara screen saver yang anda sudah anda sebelumnya.
* Appereance
Appereance
adalah tampilan warna untuk mengubah warna desktop dan baris menu
,serta ukuran huruf menu dan ikon pada computer anda.
kemudian untuk mengatur appearance pada laptop/computer anda .
1. pilih menu appearance yang terdapat pada tampilan Display properties.
2.lalu tekan windows and buttons, lalu pilih salah satunya..
3.untuk mengatur color scheme . tekan color scheme lalu pilih salah satu color/warna yang anda inginkan .
4.Untuk mengatur font size . tekan font size lalu pilih salah satu font size yang anda iningkan .
5.setelah selesai anda mengatur semua Apperance klik apply untuk melihat sementara tampilan yang anda inginkan.
* Settings
Settings adalah fasilitas untuk mengatur refolusi monitor serta kualitas warna pada computer kita.
Setelah
semua menu Display Properties selesai anda atur . klik OK . agar
tampilan pada kompiter/laptop anda akan berubah menjadi yang anda
inginkan
C. Melakukan Regional Setting
Regional
setting sangat berguna dan menentukan aturan penulisan formula (syntax)
dalam excel, misalnya jika anda menggunakan regional setting English
(US) tanda koma maka pada regional setting Indonesia akan menjadi ;, dan
lain-lain.
Untuk memudahkan formula yang saya gunakan dalam bahasan tutorial selanjutnya, akan menggunakan regional setting English(US).
Jika
komputer anda menggunakan regional setting Indonesia, untuk sementara
silahkan ubah regional setting tersebut. prosedur untuk mengubah
regional setting tersebut adalah:
1. Pada start menu, plih setting > Control Panel
2. Pada kotak dialog Control Panel, Klik icon Regional Setting
3. Pada tab Regional Option, pilih English (United States)
Klik Apply, kemudian OK
MANAJEMEN FILE
Pengertian manajemen file
File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data yang
digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk
atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau
disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara
memberi suatu file system ke dalam disk atau partisi dengan cara
melakukan Format
Manfaat Manajemen File
Dapat mengurangi resiko kehilangan file yang dikarenakan: terhapus
secara tidak disengaja, tertimpa file baru, tersimpan dimana saja, dan
hal lain yang tidak kita inginkan
Sasaran Manajemen File :
Pengelolaan file adalah kumpulan perangkat lunak sistem yang
menyediakan layanan berhubungan dengan penggunaan file ke pemakai dan /
atau aplikasi.
Biasanya satu-satunya cara pemakai atau aplikasi mengakses file adalah
lewat sistem. Pemakai atau pemrogram tidak perlu mengembangkan perangkat
lunak khusus untuk mengakses data di tiap aplikasi. Sistem pun
menyediakan pengendalian terhadap aset penting ini.
- 1. Sasaran sistem file adalah sebagai berikut :
- Memenuhi kebutuhan manajemen data bagi pemakai.
- Menjamin data pada file adalah valid.
- Optimasi kinerja.
- Menyediakan dukungan masukan/keluaran beragam tipe perangkat penyimpanan.
- Meminimalkan atau mengeliminasi potensi kehilangan atau perusahaan data.
- Menyediakan sekumpulan rutin interface masukan/keluaran.
- Menyediakan dukungan masukan/keluaran banyak pemakai di sistem multiuser.
Fungsi Manajemen File :
Beberapa fungsi yang diharapkan dari pengelolaan file adalah :
- Penciptaan, modifikasi, dan penghapusan file.
- Mekanisme pemakaian file secara bersama.
- Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan atau dari upaya penghancuran informasi.
- Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik (Symbolic name) bukan menggunakan penamaan yang mengacu perangkat fisik.
- Pada lingkungan sensitif dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia.
- Sistem file harus menyediakan interface user-friendly.
- 2. Arsitektur Pengelolaan File :
Pengelolaan file, biasanya terdiri dari :
- Sistem Akses
Berkaitan dengan bagaimana cara data yang disimpan pada file diakses.
- Manajemen file
Berkaitan dengan penyediaan mekanisme operasi pada file seperti :
Penyimpanan
Pengacuan
Pemakaian bersama
Pengamanan
- Manajemen Ruang Penyimpan
Berkaitan dengan alokasi ruang untuk file di perangkat penyimpan.
- Mekanisme Integritas File
Berkaitan dengan jaminan informasi pada file tak terkorupsi.
Manajemen Perangkat Masukan / Keluaran di Sistem Operasi : Device Driver
- 3. Sistem File
Konsep terpenting dari pengelolaan file di sistem operasi adalah :
• File
Abstraksi penyimpanan dan pengambilan informasi di disk. Abstraksi
ini membuat pemakai tidak dibebani rincian cara dan letak penyimpanan
informasi, serta mekanisme kerja perangkat penyimpan data.
•
Direktori
Berisi informasi mengenai file. Kebanyakan informasi berkaitan dengan
penyimpan. Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat
diakses dengan rutin di sistem operasi. Pemakai memanipulasi data
merujuk sebagai file atau direktori. Pemakai tidak dibebani dengan
masalah penyimpanan, manipulasi perangkat dan sebagainya.
- 4. File, Terhadap beragam pandangan mengenai file, yaitu :
a. Pemakai :
- Terhadap file pemakai berkepentingan memahami berikut :
- Penamaan untuk file
- Tipe file
- Atribut file
- Perintah-perintah untuk manipulasi file.
b. Pemrograman :
Selain perlu memahami sebagai pemakai, pemrograman perlu memahami:
- Operasi-operasi terhadap file
- Perancang,Implementasi pengelolaan file
c. Penamaan File :
Pemakai mengacu file dengan nama simbolik. Tiap file disistem harus
mempunyai nama unik agar tidak ambigu. Penamaan file dengan nama
direktori tempat file memberi nama unik. Tidak diperbolehkan nama file
yang sama di satu direktori.
Penamaan file berbeda sesuai sistem. Terdapat dua pendekatan yaitu :
- Sistem yang case – sensitive
- Sistem case – intensive
- Terdapat tiga tipe di sistem operasi, yaitu :
1. File Reguler, File berisi informasi, terdiri dari file ASCII
dan biner. File ASCII berisi baris teks. File biner adalah file yang
bukan file ASCII. Untuk file biner eksekusi (exe) mempunyai struktur
internal yang hanya diketahui sistem operasi. Untuk file biner hasil
program aplikasi, struktur internalnya hanya diketahui program aplikasi
yangmenggunakan file tersebut.
2. File Direktori, File direktori merupakan file yang dimiliki
sistem untuk mengelola struktur sistem file. File direktori merupakan
file berisi informasi-informasi mengenai file-file yang termasuk dalam
direktori itu.
3. File Spesial, File spesial merupakan nama logik perangkat
masukan/keluaran. Perangkat masukan/keluaran dapat dipandang sebagai
file. Pemakai dihindarkan dari kerumitan operasi perangkat
masukan/keluaran.
File Spesial terbagi dua yaitu :
a. File spesial karakter, File spesial karakter berhubungan
dengan perangkat masukan/keluaran aliran karakter file ini memodelkan
perangkat masukan/keluaran seperti:
o Terminal
o Printer
o Port jaringan
o Modem dan alat –alat yang bukan penyimpan sekunder.
b. File spesial blok, File spesial blok berhubungan dengan
perangkat masukan/keluaran sebagai kumpulan blok-blok data
(berorientasi blok)
- Atribut File
Informasi tambahan mengenai file untuk memperjelas dan membatasi
operasi-operasi yang dapat diterapkan. Atribut dipergunakan untuk
pengelolaan file.
- Operasi pada file
o Create : Menciptakan berkas
o Delete : Menghapus berkasOpen : Membuka berkas untuk menyimpan proses selanjutnya
o Close : Menutup berkas utuk menyimpan semua informasi ke berkas dan mendealokasikansumber daya yang digunakan
o Read : Membaca data pada berkas
o Write : Memodifikasi data pada berkas, yaitu pada posisi yang ditunjuk
o Append : Menambah data pada berkas, merupakan operasi write yang lebih spesifik, yaitu di akhir berkas
o Seek : Mencari lokasi tertentu, hanya berlaku untuk berkas akses
lacak Get attributes Membaca atribut-atribut berkas, Set attributes
Menuliskan (memodifikasi) atribut-atribut berkas
o Rename : Mengganti nama berkas
- 5. Direktori
Direktori berisi informasi mengenai file. Direktori sendiri adalah
file, dimiliki oleh sistem operasi dapat diakses dengan rutin sistem
operasi. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau
aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung.
Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode
read-only.
- 6. Shared File
Shared file adalah file yang tidak hanya diacu oleh satu direktori
(pemakai), tapi juga oleh direktori-direktori (pemakai) lain. Sistem
file tidak lagi berupa pohon melainkan directed acyclic graph (DAG).
Masalah-masalah yang terdapat pada shared file adalah sebagai berikut :
- Metode implementasi shared file
- Metode pemberian hak akses pada shared file
- Metode pengendalian atau penanganan terhadap pengaksesan yang secara
simultan dilakukan pemakai-pemakai yang mengacu file. Persoalan
pengaksesan simultan ini menyangkut integritas atau kogerensi data.
- 7. Sistem Akses File
Sistem akses merupakan pilihan, yaitu :
- Dapat menjadi bagian dari sistem operasi atau
- Sistem operasi sama sekali tidak mempunyai komponen sistem akses.
Cara akses perangkat penyimpanan :
Perangkap penyimpanan berdasar disiplin pengaksesan dibagi dua, yaitu:
1. Perangkat akses sekuen (sequential access devices)
2. Perangkat akses acak (random access devices)
3. Perangkat akses sekuen, Proses harus membaca semua byte
atau rekord file secara berturutan mulai dari awal, tidak dapat
meloncati dan membaca di luar uraian.
- 8. Organisasi File
Elemen pokok perancangan sistem akses adalah cara rekord-rekord diorganisasikan atau distrukturkan.
Beberapa kriteria umum untuk pemilihan organisasi file adalah :
- Redundansi yang kecil
- Pengaksesan yang cepat
- Kemudahan dalam memperbaharui
- Pemeliharaan yang sederhana
- Kehandalan yang tinggi
Terdapat enam organisasi dasar, kebanyakan organisasi file sistem
nyata termasuk salah satu atau kombinasi kategori-kategori ini. Enam
organisasi atau pengaksesan dasar adalah sebagai berikut :
- File pile (pile)
- File sekuen (sequential file)
- File sekuen berindeks (indexed-sequential file)
- File berindeks majemuk (multiple-indexed file)
- File ber-hash (hashed or direct file)
- File cincin (multi ring file)
Cara menggunakan perangkat lunak pengolah kata
Word dapat digunakan untuk berbagai tugas. Tidak perlu membeli
Microsoft Word, ada banyak program lain yang akan melakukan pekerjaan.
Berikut adalah beberapa alasan untuk menggunakan perangkat lunak
pengolah kata.
1. Menemukan perangkat lunak pengolah kata. Anda dapat membeli atau men-download program pengolah kata gratis dari Internet.
2. Menulis surat. Pengolah kata membuatnya mudah untuk menulis dan
menjawab surat-surat. Anda dapat membuat template dan hanya mengisi
kekosongan ketika Anda harus menulis surat. Tentu saja, kecuali jika
Anda mengirim surat formulir, Anda akan perlu untuk mengubah tubuh
setiap kali.
3. Update atau menulis resume Anda. Jika Anda sedang mencari
pekerjaan atau kemajuan pekerjaan Anda saat ini, sebuah perangkat lunak
wordprocessing akan membantu Anda memperbarui atau menulis resume Anda.
Beberapa perangkat lunak bahkan akan memiliki template yang sudah
dibangun di untuk digunakan dalam membuat resume Anda.
4. Mengerjakan pekerjaan rumah, tugas, dan kertas untuk sekolah. Hal
ini harus lebih mudah daripada mesin tik dulu, karena dapat memeriksa
ejaan maupun tata bahasa dan struktur kalimat.
5. Buat kartu. Anda dapat menggunakan perangkat lunak pengolah kata
untuk membuat kartu untuk semua kesempatan dan mengirimkannya ke
keluarga dan teman-teman Anda. Meskipun Anda dapat membeli atau
men-download perangkat lunak untuk tujuan spesifik ini, mengambil
keuntungan dari perangkat lunak yang anda miliki.
6. Cobalah untuk membuat template dan macro untuk hal-hal yang Anda
menggunakan perangkat lunak pengolah kata Anda untuk berulang-ulang. Ini
akan membuat hidup Anda lebih produktif karena Anda hanya perlu
memasukkan data yang umum sekali.